Bupati Tinjau Pintu air Saluran irigasi

Penjaga Pintua Air slinga

PURBALINGGA, HUMAS– Mendapatkan laporan masyarakat terkait jebolnya pintu air saluran irigasi Bendung Slinga, Bupati Purbalingga, Sukento Rido Marhaendrianto bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Sigit Subroto langsung meninjau lokasi di Desa Kalikajar, Kecamatan Kalikondang.

Dilihat dari tinjauan, terdapat dua titik kerusakan pada 2 saluran pintu air, yang mengakibatkan ambrolnya ruas jalan lingkungan di desa Kalikajar dengan luas areal 2 m x 0,5 m dan tinggi sekitar 1,5 m.

Menurut seorang warga kadus lima Desa Kalikajar, Sukiman jalan lingkungan ini sangat penting untuk lalu lintas warga untuk menuju Balai desa dan pasar di Purbalingga. “Ambrolnya jalan lingkungan desa ini sudah berlangsung selama 2 minggu” kata Sukiman

Kepala DPU, Sigit Subroto mengatakan ambrolnya jalan diakibatkan karena terjadi kebocoran di saluran sehingga menggerus sisi saluran. Kebocoran yang terus menerus membuat erosi badan jalan.  Untuk menanggulangi kerusakan ini, sementara akan dikoordinasikan dengan Dinas pengairan Balai Serayu Besar Jawa Tengah.

“Untuk sementara yang pertama kita perintahkan  kepada Penjaga Pintu air untuk mengurangi debit air dari Bendung Slinga, sehingga erosi akibat kebocoran tidak memperparah kondisi jalan. Yang kedua adalah melakukan penambalan dengan anggaran rutin.” kata Sigit.

Sedangkan menurut Adi Saptono, Kabid Pengairan mengatakan untuk memperbaiki saluran ini bisa mencapai ratusan juta rupiah. Hal ini dikeranakan saluran yang dibuat pada saat jaman belanda sudah tua, yang disana sini terjadi banyak kebocoran dan juga kerusakan tanggul .

“Kalau kita melakukan perbaikan total maka bisa terjadi tumpang tindih dengan Balai Serayu Besar, dan pada tahun ini di propinsi telah dinggarkan kurang lebih 1M untuk pelebaran saluran, dan untuk redesainnya sementara kita belum diberitahu sama Balai Besar” kata Adi

Terkait masalah pelebaran saluran pada kesempatan yang lalu Bupati Purbalingg menegaskan kepada Warga yang tanahnya kelewatan proyek pelebaran irigasi untuk tidak menjual ke calo tanah, karena akan merugikan masyarakat sendiri.

“Pelebaran saluran ini akan memakan luas tanah kurang lebih sebanyak 76 hektar, dimana 12 hektar telah dipenuhi pada saat pelaksaanaan Bendung Slinga sisanya sekitar 64 hektar belum. Melihat Debit air yang melimpah , dengan dilebarkanya saluran ini maka sawah di Kabupaten Banyumas bisa terairi dari Bendung Slinga.” pungkas Sukento (dy)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *