Detail Desain Pengembangan Daerah Irigasi Slinga, Dikonsultasikan Dengan Masyarakat

DSC_0093

PURBALINGGA, HUMAS – Detail Desain (DD) pengembangan jaringan irigasi pada daerah irigasi (DI) Slinga, berupa jaringan suplesi atau bangunan yang berfungsi mengalirkan air dari saluran pembawa ke sungai di konsultasikan dengan masyarakat.

Kegiatan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purbalingga Imam Subijakto, serta paparan PT Virama Karya selaku konsultan engineering dan manajemen, dihadiri Kepala Bidang Program Dan Perencanaan Umum pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Muhammad Silahudin, pejabat kecamatan dan desa yang jadi pengembangan  irigasi Slinga, di gedung Operation Room Graha Adiguna, Jumat (19/12).

“Kegiatan tersebut merupakan pengembangan daerah irigasi Slinga lanjutan. Sedangkan sasarannya adalah, agar dalam DD dapat diperoleh gambaran yang lengkap mengenai sistem planning jaringan irirgasi DI Slinga atau jaringan suplesi di wilayah kabupaten Purbalingga,”tutur Muhammad Silahudin.

Selain itu, sambung Silahudin, sasaran kegiatan tersebut diharapkan dapat berfungsi secara optimal yang memungkinkan untuk dibangun/direnovasi.

“Gambaran tersebut, diperoleh dari data dan informasi  lengkap. Hal itu, meliputi layout system jaringan irigasi yang direncanakan, termasuk pembuang serta jalan akses/jalan inspeksi, kriteria perencanaannnya, skema jaringan, skema bangunan, pola tanam dan kebutuhan air,”ujarnya.

Tujuannya adalah untuk menyusun teknis DD pengembangan pada jaringan irigasi yang sudah ada, untuk acuan kegiatan konstruksi fisik, agar jaringan dapat berfungsi secara optimal sehingga meningkatkan intensitas tanam.

Menurutnya, untuk pengembangan irigasi dari sisi Slinga kiri yang melewati tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Kaligondang Kejobong, dan Bukateja. Kebutuhan tanah untuk pengembanga irigasi dibutuhkan tanah sepanjang 15. 583,10 meter, dan luas tanah yang di butuhkan  42,07 hektar. Sedangkan pengembangan irigasi  sisi kanan Slinga yang melewati Kecamatan Bojongsari, Purbalingga dan Kalimanah dibutuhkan tanah sepanjang 14.082, 60 meter dan luasnya tanah yang dibutuhkan 35,86 hektar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Purbalingga, Setiyadi mengatakan, bahwa tahun 2014 BBWS Serayu Opak telah menyusun rencana teknik terinci (RTT) saluran irigasi DI Slinga. Dalam rancang bangunnya, akan melewati 17 desa di tiga kecamatan, yakni kecamatan Kaligondang, Kejobong, dan Kemangkon kemungkinan terlewati dan menjadi daerah oncoran.

“Sedangkan rencana pembiayaan pembangunan, sesuai dengan nota kesepahaman antara pemerintah pusat melalui Dirjen Pengairan Departemen Pekerjaan Umum, Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Purbalingga, biaya pembangunan dipikul bersama dengan proporsi,”tuturnya.

Setiyadi menambahkan, biaya pembangunan dari pemerintah pusat berupa pembiayaan pembanguna  fisik dan 50 persen biaya pembebasan tanah. Sedangkan dari Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Purbalingga menangggung masing-masing  25 persen  biaya pembebasan tanah.

“Pelaksanaan pembebasan tanah diselenggarakan sebelum pembangunan fisik dengan jangka waktu pelaksanaan dua tahun (2015 dan 2016),”jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut salah satu kades Kecamatan Kaligondang meminta agar pelaksanaan  sosialisasi pembangunan jaringan irigasi berupa  pembebasan tanah supaya segera di sampaikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui, lokasi mana yang akan terkena pembebasan  pengembangan saluran irigasi tersebut. (Sukiman)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *