Perlancar Akses Prekonomian Dua Kecamatan Butuhkan Jembatan

Warga-Desa-Pepedan-melintasi-jembatan-Ghetek-untuk-menuju-ke-kota-melaui-Desa-Tegalpingen-Kecamatan-Pengadegan-diatas-Sungai-Gintung-14

PURBALINGGA, HUMAS – Untuk memperlancar roda perekonomian pedesaan khususnya aksesibilitas dan mobilitas angkutan barang supaya terjangkau oleh warga pelosok, masyarakat  dua kecamatan yakni Kecamatan Pengadegan serta Kecamatan Karangmoncol membutuhkan pembangunan jembatan.

Warga Desa Pepedan Kecamatan Karangmoncol dan Desa Tegalpingen Kecamatan Pengadegan khususnya mengharapkan pembangunan jembatan di aliran Sungai Gintung. Pembangunan jembatan sangat mendesak dilaksanakan untuk mempermudah dan memperlancar roda perekonomian di pedesaan khususnya akses dua kecamatan tersebut.

Selain itu warga Kecamatan Karangmoncol khususnya desa Pepedan dan sekitarnya untuk mengakses menuju ke ibukota kabupaten pada waktu musim kemarau, mereka menggunakan jembatan gethek terapung yang terbuat dari bambu untuk menyebrangi menuju Desa Tegalpingen Kecamatan Pengadegan menuju ke kota.

Menurut Kepala Desa Tegalpingen Sobirin Hermawan akses jalan desa di pinggiran sungai Gintung yang menghubungkan desa Tegalpingen dan desa Pepedan pada musim kemarau banyak dilalui para pengendara kendaraan bermotor roda dua yang akan menuju ke kota.

“Pada musim kemarau seperti ini banyak warga Desa Tegalpingen serta Desa Pepedan dan desa-desa lainya yang melalui jembatan Gethek (semacam perahu dari bambu yang di anyam) hanya untuk mepersingkat jarak tempuh menuju kekota. Mereka memilih melewati jembatan ini karena waktu tempuhnya lebih singkat,”kata Sobirin.

Selain itu Sobirin menambahkan, di sepanjang alur Sungai Gintung banyak warga yang menggantungkan mata pencaharian dari mengais rejeki dengan mencari material sungai berupa pasir batu  untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Banyak penduduk mulai dari laki-laki hingga kaum ibu yang menggeluti pekerjaan ini dari pada menganggur.

“Aliran sungai ini menghidupkan roda perekonomian desa kami dan mengurangi jumlah pengangguran, mulai dari laki-laki hingga kaum ibu. Kami sangat membutuhkan akses jalan khususnya jembatan untuk mepermudah pengangkutan menuju dua kecamatan tersebut,”tuturnya.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan Pengadegan Gunawan B S Sos mengatakan warga Dusun 4 Desa Tegalpingen sangat mengharapkan pembanguna jembatan di kedua desa antar kecamatan yang menghubungkan Kecamatan Pengadegan dan Karangmoncol.

Selain itu banyak juga warga desa Pepedan dan sekitarnya yang memanfaatkan aliran sungai di musim kemarau untuk transportasi menuju ke kota Purbalingga karena jarak tempuhnya lebih pendek, sehingga warga berinisiatif membuat jemabatan Gethek untuk lalulintas di kedua desa antar kecamatan tersebut selama musim kemarau.

Salah satu warga Desa Pepedan Kecamatan Karangmoncol  Diyo, mengatakan jarak tempuh normal dari Pepedan ke kota biasanya ditempuh sekitar 1 jam lebih, dengan melewati jembatan Gethek tersebut waktu tempuh menjadi lebih singkat dengan selisih seperempat jam.

“Apabila dihitung dengan uang maka kita dapat menghemat uang 3ribu rupiah perhari, kalau sebulan berarti 75 ribu, kalau setahun sudah 900 ribu.” tambahnnya (Humas-Kmn)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *